Advertisements

Ide Startup: Tabungan Babi

Oke, mungkin sebaiknya disebut Tabungan Ternak (sapi, kambing, ayam, etc), karena jika Tabungan Babi maka akan:

  1. haram
  2. cuma akan laku di Bali dan daerah-daerah dengan konsumsi babi tinggi

Namun, anggaplah startup ini akan dimulai dari Bali dan MVP-nya adalah babi.

 

babi guling untuk upacara
gambar dari beautyfulbali.blogspot.co.id

Masalah

Kebutuhan daging babi di Bali sangat tinggi, khususnya menjelang hari raya Galungan. Selain pada saat Galungan, masyarakat Bali biasanya juga membutuhkan babi saat akan melaksanakan upacara adat semisal pernikahan. Kebutuhan daging babi untuk pernikahan bahkan bisa (banget) melebihi kebutuhan babi saat Galungan.

Untuk mengatasi kebutuhan ini secara finansial, biasanya masyarakat berinisiatif patungan buat beli babi. Ada juga yang bikin semacam arisan. Bahkan ada bank lokal yang menawarkan produk tabungan khusus untuk upacara adat.

Solusi

Tabungan Babi konsepnya kira-kira seperti Tabungan Emas dari Pegadaian. Nasabah menabung uang yang kemudian dikonversi menjadi sejumlah kilogram daging babi sesuai dengan harga daging babi per hari itu. Pada saat menjelang Galungan atau mau ada upacara yang perlu daging babi, tinggal tarik dan langsung dapat daging. Atau bisa juga yang ditarik berupa uang, bukan daging babi.

Pengelolaan Dana

Karena tabungan ini erat hubungannya dengan lalu lintas uang yang mana sangat sensitif, maka diperlukan adanya bank kustodian sebagai pengelola dana nasabah. Dan diperlukan juga adanya pengawasan dari OJK.

Revenue Model

Revenue bisa diperoleh dari biaya administrasi tabungan, seperti tabungan di bank-bank pada umumnya. Cara lain memperoleh revenue adalah menginvestasikan kembali dana nasabah yang telah terkumpul pada instrumen investasi seperti deposito, reksadana, saham.

 

ternak babi
gambar dari news.okezone.com

Catatan

  • Aset berupa babi haruslah nyata, maksudnya harus beneran punya babi buat disembelih jika nasabah melakukan penarikan dalam bentuk daging babi. Dalam jangka pendek, hal ini bisa diatasi dengan melakukan kerjasama dengan peternak babi yang banyak lah ya ada di Bali.
  • Harus ada referensi harga daging babi per kilogram per hari. Ini mungkin bisa diperoleh dari Dinas Peternakan atau PD Pasar atau Dinas Perdangan? Dari website Dinas Perindag Kota Denpasar saya menemukan website Informasi Harga Pasar Kota Denpasar. Namun pada kategori daging babi, harganya tidak di-update setiap hari. <– Ini link Harga Pasarnya mati.
  • Informasi mengenai bank kustodian sebagai pengelola dana, peternak pengelola babi, dan informasi harga babi harian dari instansi pemerintah sebaiknya ditampilkan dengan baik pada halaman website untuk membuat image startup ini lebih legit.

 

Demikianlah. Ide doang ini sih. Yang mau eksekusi silakan.

 

Advertisements

Komentar