Advertisements

Sweta Kartika

Sweta Kartika
photo via twitter @SwetaKartika

“Saya lahir di Kebumen, sebuah kota kecil di Jawa selatan pada tanggal 14 April 1986. Saya dibesarkan oleh Bapak dan Ibu yang seorang guru SD. Bapak saya adalah seorang jenius art multitalenta, dan beliau membesarkan saya dengan sikap keras untuk tekun menggambar. Saat ini saya sangat menikmati buah pendidikan rumah saya di masa kecil. Saya suka menggambar, menulis, dan bermain musik. Saya bercita-cita menjadi komikus sejak kecil. Alhamdulillah saya sudah mencapai cita-cita itu. Sekarang tugas saya adalah menjalankan amanah atas semua yang sudah dianugerahkan Tuhan di dalam diri saya. Moto hidup saya adalah: XGRA AXY”

Paragraf diatas adalah perkenalan singkat tentang siapa Sweta Kartika. Sweta Kartika adalah seorang komikus dengan karya-karya yang sangat kental dengan budaya Jawanya (saya tidak bilang budaya Indonesia karena budaya Indonesia itu adalah kumpulan dari budaya-budaya daerah di seluruh nusantara). Tengok lah karyanya di sini maka mustahil bagi kalian untuk tidak jatuh cinta pada karyanya itu. Karya lainnya yang menjadi favorit saya adalah Wanara  tentang 5 pemuda sebagai generasi penerus superhero di Indonesia. Ada juga karya lainnya yg bergenre pop seperti Grey dan Jingga (saya tidak mengikuti karena ceritanya yang tentang percintaan itu bukan kesukaan saya :D), dan masih banyak karya lainnya yang bisa kalian googling sendiri.

Saya bukan penggemar berat komik tapi sangat suka nonton film kartun. Kemunculan komik Wanara ini membuat saya menjadi suka dengan komik-komik sejenis, buatan komikus dalam negeri dan cerita maupun ilustrasinya sangat dekat dengan keseharian saya. Saya sempat berimajinasi bagaimana kalau superhero jaman dulu dibuat semacam remake dan diterbitkan dalam bentuk komik atau film. Sehingga, generasi sekarang bisa kenal dengan Godam, Gundala, Si Buta, Klewang, Aquanus dan superhero buatan komikus dalam negeri lainnya. Namun saya sadar kalau semua superhero tersebut memiliki kemiripan dengan superhero buatan amerika sana, dan pasti mendapat kritikan luas apabila diterbitkan kembali. Kemudian Sweta Kartika datang dengan konsep yang segar yaitu komik-komik kepahlawanan dengan cita rasa nusantara (ya bisa dibilang cita rasa Jawa) yang lebih orisinil. Buat saya komik-komik ini sangat menarik dan persis seperti apa yang saya bayangkan tentang kesatria nusantara. Saya telah menyukai komik Wanara semenjak Chapter pertama.

Oh iya, Sweta Kartika saat ini tergabung dalam proyek #NusantaRanger tentang sentai dengan soul Indonesia (bisa di search di twitter untuk lebih jelasnya). Nusantaranger ini bukan proyek main-main, tengok saja nusataranger universe nya yang dimulai pada pertarungan abadi Pandita dan Kelana  yang disusun sedemikian rupa dikaitkan dengan sejarah terbentuknya bumi dan peradaban dunia.

Advertisements

Komentar