Advertisements

Review Teenage Mutant Ninja Turtles 2014

Saya berharap Teenage Mutant Ninja Turtles (2014) yang menjadi reboot (katakanlah seperti itu) dari TMNT (2007) jauh lebih baik dan matang dari segi cerita maupun visualisasi masing-masing tokoh/karakternya. Seperti halnya DC yang (menurut saya) sukses mereboot Batman dalam Batman Trilogy The Dark Knight serta Superman : Man Of Steel. Trailer Teenage Mutant Ninja Turtles digarap cukup baik dan mampu membuat saya berekspektasi lebih terhadap filmnya, bahkan beberapa teman-teman saya memberi testimoni positif film ini.

Review Teenage Mutant Ninja Turtles 2014
Sumber : moviepilot.com

Film Teenage Mutant Ninja Turtles (2014) jauh dari ekspektasi yang saya harapkan. Saya melihat  tokoh Leonardo, Raphael, Michaelangelo dan Donatello lebih seperti (maaf) pria-pria kulit hitam kekar dengan sense of humor yang rendah (I am sorry to say). Saya tidak melihat mereka sebagai kura-kura remaja, melainkan sekumpulan monster bawah tanah.  Humor-humor yang coba di bangun di banyak percakapan serasa hambar dan jauh dari lucu. Bahkan saya merasa tertawa yang saya buat agak terpaksa untuk beberapa adegan. Adegan di elevator yang mereka mencoba untuk memainkan beatbox sebelum bertemu Shredder? sangat-sangat garing.

Memang untuk film-film yang ada campur tangan Michael Bay sebaiknya tidak berekspektasi banyak selain pada special efek dan animasinya. Untuk sekadar hiburan, film ini bolehlah masuk ke dalam bucket list kalian, selebihnya saya tidak memberikan jaminan. Oh ya dari sekian banyak kritik untuk film ini, kata “Cowabunga” hanya diucapkan 2 kali (seingat saya) dan diucapkan pada saat yang tepat (fiuh).

Cowabunga Apaan?

PS: yang tidak tahu Cowabunga itu apa silakan merujuk ke https://en.oxforddictionaries.com/definition/cowabunga.

Advertisements

Komentar