Advertisements

Review : Interstellar

Kiamat sudah dekat, bumi akan segera mengakhiri hidupnya. Bukan karena meteor, bukan karena munculnya makhluk dari neraka atau raksasa yang bangkit dari tidurnya. Bumi mengakhiri hidupnya dari dalam, mengering menjadi debu. Begitulah gambaran bumi dalam film Interstellar yang baru rilis Kamis (6/11/2014) ini. Secara singkat Interstellar bercerita tentang proses pencarian planet baru yang layak untuk dihuni oleh manusia karena Bumi saat itu tengah sekarat. Film dengan durasi selama 169 menit ini memiliki alur lambat yang membuat saya sempat merasa bosan di tengah cerita. Namun film ini banyak menawarkan kejutan yang menghilangkan rasa bosan itu seketika.

Beberapa adegan di film ini mengingatkan saya dengan adegan-adegan di film dengan tema serupa seperti Contact (1997) yang dibintangi oleh Jodie Foster bahkan hingga Man Of Steel (2013) . Dialog dalam Interstellar banyak mengutip istilah dalam ilmu fisika. Kalian harus berhati-hati karena istilah-istilah tersebut bisa saja mengganggu konsentrasi kalian pada jalan cerita . Jalan cerita film ini  tidak sulit untuk dicerna, namun tidak serta merta menjadikannya mudah untuk diterka. Saya bisa mengikuti kemana cerita ini berjalan namun selalu saja ada kejutan yang membuat saya merasa 169 menit duduk di dalam bioskop tidak sia-sia.   Ada beberapa potongan dialog di awal film yang sesungguhnya menjadi akhir cerita Interstellar. Namun karena cerita film ini banyak yang mengalami twist kita akan baru ngeh dengan dialog tersebut ketika ceritanya berakhir.

Secara keseluruhan saya beri nilai 8,8 untuk film sepanjang 169 menit ini. Layak buat kalian yang gemar dengan tema-tema perjalanan antar galaksi, lubang hitam, relativitas dan sebangsanya.

Advertisements

Komentar