Advertisements

Review : Big Hero 6

 

Saya termasuk orang yang jarang menyempatkan waktu ke bioskop untuk menonton film animasi. Namun karena Big Hero 6 ini adalah film animasi di penghujung tahun dengan latar cerita tentang robot , saya memutuskan untuk menyempatkan waktu menontonnya di bioskop langganan saya. Sebagai sebuah film dengan tujuan menghibur, Big Hero 6 benar-benar melakukan tugasnya dengan baik. Jalan cerita yang disajikan sederhana, yaitu tentang seorang remaja berusia 14 tahun bernama Hiro Hamada dengan obsesi dan mimpinya pada dunia robotika yang membawanya pada sebuah pengalaman yang tidak akan ia lupakan seumur hidupnya. Bersama 4 orang sahabatnya ; Honey Lemon, Gogo, Wasabi, Fred dan Baymax, robot (inspektur kesehatan lebih tepatnya) ciptaan sang kakak, Hiro Hamada memulai ceritanya sebagai seorang petarung jenius.

Ada banyak humor-humor ringan yang diselipkan untuk menambah renyah suasana. Jenius untuk remaja seusianya adalah daya tarik film ini disamping Baymax, sang robot yang menjadi sidekick Hiro Hamada serta San Fransokyo (perkawinan silang antara Kota San Francisco dan Kota Tokyo) yang menjadi latar lokasi cerita.

Keunikan dari film Big Hero Six adalah Kota San Fransokyo. Kita bisa melihat jembatan San Francisco namun dengan ornamen khas jepang, suasana ramai pejalan kaki layaknya Kota Tokyo namun di tengah-tengah Kota San Francisco yang berpenduduk pirang, atau Menara Tokyo yang berdiri di atas puncak sebuah gedung. Benar-benar kawin silang antara Kota San Francisco dengan Kota Tokyo.

Film ini sesuai untuk ditonton bersama keluarga seperti halnya film The Incredibles atau Charlie And The Chocolate Factory.  Meluangkan waktu selama 108 menit untuk mencari hiburan bersama keluarga? Big Hero 6 dapat menjadi pilihan bagi anda. Selamat Menonton!

Advertisements

Komentar