Advertisements

Navicula – Kartini

11 April 2016, sembilan ibu dari Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah memasung kakinya dengan semen di depan Istana Negara. Menolak pembangunan pabrik semen di Pegunungan Kendeng (Rembang, Blora, Pati, Groboga, Kudus).

Aksi menyemen kaki adalah penegasan sikap bahwa hadirnya pabrik semen di wilayah pertanian Pegunungan Kendeng sangat merusak sumber kehidupan dan lingkungan.

Aksi penolakan pabrik semen sudah dimulai sejak 2005 oleh warga Sukolilo, Pati. Pada tahun 2006, warga mengajukan keberatan dan penolakan atas rencana pendirian pabrik semen ke pemerintah Jawa Tengah.

Aksi-aksi penolakan warga terus berlanjut, namun hingga saat ini pemerintah belum menunjukkan keberpihakan pada warga.

Pegunungan Kendeng merupakan kawasan kars. Terdapat banyak goa dan mata air yang digunakan oleh masyarakat sekitar untuk kepentingan pengairan, pertanian, pariwisata, dan kultural.

Pertambangan di Pegunungan Kendeng berdampak pada rusaknya tata air kars dan ancaman risiko bencana ekologi, baik kekeringan maupun banjir bandang.

Serta, ancaman bagi identitas dan budaya asli penduduk sekitar, yaitu masyarakat petani.

Advertisements

Komentar