Advertisements

MITOS

Kita kerap mendapatkan larangan dan himbauan  atas tindakan kita pada kondisi-kondisi tertentu dimana  larangan dan himbauan ini seringnya bersifat mitos atau tahayul. Mitos bersifat irasional dan disebar melalui mulut ke mulut sehingga seringkali mitos berkembang ke dalam berbagai versi. Karena sifatnya yang irasional dan tidak dapat dipertanggungjawabkan itulah kita seringkali tidak menghiraukan keberadaan mitos tersebut. Namun disisi lain, mitos selalu bisa menarik perhatian pihak-pihak tertentu karena nilai misterius cerita yang dibawa oleh mitos tersebut, menarik untuk dibuktikan kebenarannya.

Ga boleh nyapu malam hari, mitos?

Mitos bisa berkembang dari sebuah cerita singkat hingga menjadi kepercayaan turun temurun yang sudah banyak diangkat ke dalam novel, film, hingga sandiwara radio. Adalah sebuah akun bernama DrEAD di Kanal Youtube yang sebulan terakhir mengunggah 3 film tentang mitos-mitos yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari kita. Mitos-mitos ini diangkat ke dalam film seri singkat dengan cerita ringan dan sederhana namun tanpa meninggalkan kesan misterius dan seramnya. Ada 3 mitos yang telah diangkat ke dalam film singkat tersebut dimana 2 diantaranya adalah mitos-mitos yang  dulu sempat diceritakan ayah dan ibu saya. Berikut adalah mitos-mitos tersebut.

1. 13

Angka 13 yang dimaksud di sini bukan mitos angka 13 yang membawa sial, namun mitos jumlah anggota kelompok yang selalu lebih ketika dihitung kembali. Kita sering mendengar mitos tentang kemunculan anggota “siluman” yang menganggu proses penghitungan anggota kelompok yang membuat jumlah anggota kelompok ini selalu lebih dari hasil hitungan awal. Banyak yang menganggap bila “penunggu” daerah di mana proses penghitungan anggota kelompok tadi dilakukan yang menjadi biang keladi dari mitos ini, namun tidak sedikit juga yang menganggap hanya salah hitung akibat faktor human error.

Mitos ganjilnya jumlah anggota kelompok yang diangkat dalam film 13 ini dibawakan secara ringan dan sederhana namun tanpa meninggalkan sisi misteriusnya di akhir cerita. Kita dibiarkan menebak siapa anggota yang ketiga belas tersebut, apakah ia nyata atau hanya sekadar human error?

 

2. Tindihan

Sebenarnya di dalam film ini ada 2 mitos yang diangkat menjadi satu, yaitu Mitos jangan tidur ketika waktu senja atau menjelang malam (sandikala atau menjelang magrib) dan Mitos tindihan. Mitos jangan tidur ketika menjelang malam (sandikala) ini adalah bila kita tidur menjelang malam  maka dipercaya kita akan dibangunkan oleh sosok yang menyerupai orang yang kita kenal untuk diajak pergi ke suatu tempat dan bila kita menuruti ajakan ini maka artinya roh kita telah diajak keluar dari tubuh kita alias mati. Oleh karenanya mitos ini melarang kita untuk tidur menjelang malam atau sandikala.

Mitos kedua adalah tindihan. Tindihan atau yang dalam dunia medis dikenal sebagai sleep paralysis menjadi salah satu mitos legendaris dan yang paling banyak terjadi. Diantara kalian pasti ada yang pernah mengalami sleep paralysis ini. Mitos yang berkembang adalah ketika kita mengalami sleep paralysis sesungguhnya tubuh kita sedang ditindih oleh makhluk gaib . Mitos tindihan ini juga menyertakan cerita bahwa mata kita akan dipaksa terbuka untuk melihat sosok yang menindih kita kala itu dan tentu saja sosok tersebut muncul dengan penampakan yang menyeramkan. Saya pun pernah mengalami sleep paralysis ini namun kejadiannya bukan ketika sandikala namun malam hari.

 

3. Pamali

Pamali sebenarnya adalah sebuah story telling yang melarang kita untuk melakukan kegiatan tertentu pada waktu dan lokasi tertentu  guna menghindari hal-hal buruk yang dapat menimpa kita. Pamali ini dulu adalah salah satu cara yang ampuh untuk menasehati anak-anak untuk tidak melakukan aktivitas tertentu seperti bermain terlalu sore dan bermain di tempat yang jauh dan tidak dikenal baik oleh orang tuanya.

Pamali yang diangkat dalam film Mitos : Pamali ini adalah mitos untuk jangan membersihkan halaman dengan sapu lidi ketika malam hari karena akan mendatangkan makhluk gaib ke dalam rumah. Ibu saya pun pernah melarang saya ketika saya hendak menyapu halaman ketika menjelang malam karena dipercaya akan mendatangkan leak (yup, leak).

 

Mitos ketika kita masih anak-anak adalah sebuah norma yang menjadi panduan kita untuk bertindak dan mengambil keputusan. Namun ketika kita dewasa, ketika kita sudah lebih banyak mempertimbangkan akal sehat maka mitos menjadi sebuah cerita filsafat yang bisa kita renungkan maksud yang ada dibalik mitos tersebut. Seperti misalnya jangan menyapu halaman di malam hari dengan sapu lidi, mungkin saja maksudnya adalah jangan melakukan aktvitas yang menimbulkan kegaduhan dan mengganggu waktu istirahat orang lain. Malam hari adalah waktunya kita untuk beristirahat setelah siang hari melakukan aktivitas, jadi pergunakan waktu tersebut benar-benar untuk beristirahat.

Lalu bila bermaksud positif dan masuk akal, mengapa selama ini larangan-larangan tadi diceritakan dalam bentuk mitos? kenapa tidak disampaikan maksud yang sebenarnya?. Well disitulah kelebihan mitos. Akan lebih mudah untuk menyampaikan sebuah cerita ke dalam bentuk mitos untuk melarang kita khususnya anak-anak dalam melakukan hal-hal tertentu. Menakut-nakuti anak-anak akan jauh lebih efektif dibandingkan memberikan pemahaman langsung karena anak-anak cenderung lebih tertarik dengan hal-hal yang sifatnya misterius. Terlebih lagi kita hidup di dalam kultur sosial yang masih sangat peracaya dengan hal-hal supranatural sehingga mitos menjadi bagian dari kehidupan kita.

 

Advertisements

Komentar