Advertisements

Menjual Perjuangan?

Hari ini saya menemukan foto di atas di-share di facebook oleh orang yang tidak saya kenal — mungkin ada teman facebook saya yang di-tag di foto itu. Muncul satu pertanyaan yang kemudian langsung saya post sebagai komentar.

Hasil penjualan kaos itu itu nantinya buat apa? Karena yang saya tahu setiap aksi jual-beli yang membawa tema “Bali Tolak Reklamasi” hasil penjualannnya akan digunakan untuk perjuangan menolak reklamasi di Teluk Benoa, seperti kegiatan Lelang/Pasar Mini bulan November tahun lalu yang bisa kita lihat liputannya di balebengong.net. Komentar saya dibalas oleh sepertinya-orang-yang-menjual-kaos dengan “ini merchandise aja broo.. bukan pergerakan oraganisasi“.

Jawabannya ternyata multitafsir. Jika kemudian saya ber-negative-thinking, maka kalimat-kalimat saya berikut adalah murni opini dan tafsiran negatif saya terhadap jawaban si sepertinya-penjual-kaos. “bukan pergerakan oraganisasi” — saya anggap “oraganisasi” adalah “organisasi”, dari frase tersebut tujuan penjualan kaos ini jika bukan untuk organisasi maka bisa diasumsikan adalah untuk kepentingan pribadi si penjual kaos.

Lalu dengan adanya orang yang menjual kaos tolak reklamasi tetapi bukan pergerakan organisasi dan –mungkin– hanya digunakan untuk kepentingan pribadi, apa untung-ruginya bagi perjuangan penolakan reklamasi Teluk Benoa? Dari diskusi singkat saya di twitter dengan Adi, penulis blog ini juga, kami menemukan:

Keuntungan: Lebih mempromosikan perjuangan penolakan reklamasi Teluk Benoa secara lebih luas, mungkin dengan adanya kaos ini lebih banyak orang akan lebih aware dengan adanya perjuangan tersebut. Mungkin seperti itu.

Kerugian: Tidak ada? Tidak ada. Aktivis-aktivis/pejuang-pejuang tolak reklamasi tidak akan memusingkan hal-hal kecil seperti ini, buang-buang waktu dan tenaga. Perjuangan tidak akan terhenti bahkan sejenak karena hal sekecil ini, ya ini kemungkinan besar benar.

Namun, jika — berdasarkan asumsi saya — penjualan kaos pada foto di atas hanya untuk kepentingan pribadi, bukankah membuat perilaku si penjual kaos sama saja dengan investor/pengusaha yang selama ini dicap rakus karena akan mereklamasi Teluk Benoa hanya untuk kepentingan mereka sendiri?

Hanya asumsi dan opini, silakan lanjutkan perjuangan anda masing-masing.

Advertisements

Komentar