Advertisements

Inilah Alasan Mengapa Bekasi di-bully

pic via rumahku.com

Fenomena bully terhadap Kota Bekasi di sosial media membuat banyak tokoh akhirnya ungkapkan suara mereka, mengapa Bekasi bisa menjadi bahan cercaan. Salah satunya adalah Bernardus Djonoputro yang merupakan Ketua Umum Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP).

Bernardus mengungkapkan Bekasi mengalami beberapa masalah krusial yang membuat Kota Patriot ini dipersepsikan belum nyaman dan layak huni oleh warganya.

“Bekasi belum mampu membawa warganya kepada standar kualitas hidup berdasarkan sembilan indikator kenyamanan sebuah kota. Sembilan indikator tersebut adalah tata ruang, lingkungan, transportasi, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, infrastruktur, ekonomi, keamanan dan kondisi sosial,” ungkap Bernardus, seperti informasi yang dirangkum oleh sumber Rumahku.com.

Bernardus menambahkan bahwa Bekasi mempunyai tantangan yang lebih berat dibandingkan dengan kawasan lain seperti Bogor, Depok dan Tangerang. Tantangan yang dimaksud Bernardus adalah karena Bekasi merupakan kawasan yang mempunyai zona khusus yang ditujukan untuk sektor industri, yaitu Cikarang.

Belum lagi, saat kawasan di sebelah timur Bekasi (Karawang dan Purwakarta) dijadikan sentra kawasan industri. Maka akan semakin membuat arus angkutan yang melintasi Bekasi semakin meningkat.

Masalah mengenai terbatasnya pilihan jalan bebas hambatan juga menjadi biang keladi kenapa sampai Bekasi dijadikan bahan bully. Pilihan satu-satunya hanyalah Tol Jakarta-Cikampek yang setiap harinya dilintasi oleh ribuan kendaraan berbagai jenis, mulai kendaraan pribadi hingga truk container pengangkut hasil industri.

Bernardus menambahkan, hal terakhir yang menjadi permasalahan Bekasi adalah terakumulasinya pembangunan sporadis yang pro Jakarta, sehingga struktur perkotaan Bekasi menjadi semakin tidak terkendali. Padahal, jika Bekasi mempunyai konsep dan rencana pembangunan sendiri, maka akan lebih bisa memenuhi kebutuhan seluruh warganya.

sumber : Rumahku

Advertisements

Komentar