Advertisements

Inikah Desain Hasil Reklamasi Teluk Benoa Nanti?

Desain Hasil Reklamasi Teluk Benoa
Desain Hasil Reklamasi Teluk Benoa?. sumber: facebook

Gambar di atas tidak memberikan informasi apa-apa bagi saya, hanya sebatas rancangan arsitektur bangunan pada sebuah kawasan. Hal ini karena gambar tersebut tidak menyertakan informasi tambahan penting seperti rancang tapak kawasan dan peta orientasi kawasan sehingga memberikan visualisasi kawasan secara utuh.

Saya belum bisa memvisualisasikan Kawasan Teluk Benoa dalam gambar tersebut, dimanakah posisi Tanjung Benoa, Jalan Tol Bali Mandara, Pelabuhan Benoa dan Kawasan Hutan Mangrove Tahura Ngurah Rai karena sebagian besar kawasan tertutup bangunan. Bila melihat pada gambar tunggal di atas, sangat sulit bagi saya untuk menjustifikasi benar atau salah bangunan itu berdiri karena saya tidak bisa memastikan di mana desain bangunan tersebut berdiri.

Namun seandainya gambar di atas memang benar-benar rancangan bangunan Kawasan Teluk Benoa maka :

  1. Wajah Lingkungan Berubah. Saya tidak bisa melihat Pulau Pudut, Tahura Ngurah Rai, Jalan Tol Bali Mandara, Pelabuhan Benoa pada gambar tersebut. Perubahan wajah lingkungan yang terjadi terlalu ekstrim bagi saya. Pengendalian limbah, drainase, dan kebutuhan air bersih juga akan menjadi isu penting mengingat luasan kawasan yang akan direklamasi (diijinkan dalam Perpres 51/2014) adalah sebesar 700 Ha.
  2. Mengganggu operasional Bandara. Saya tidak bisa mengukur secara pasti namun bisa kita lihat ada rancangan bangunan vertikal di tengah kawasan yang tingginya kemungkinan di atas 15 meter. Bagaimana bisa ada bangunan di dekat Bandara bisa berdiri sedemikian tinggi padahal dalam merancang bangunan kita harus memperhatikan KKOP (Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan) dimana bangunan di sekitar Bandara harus dikendalikan ketinggiannya agar tidak mengganggu operasional Bandara.
  3. Ketidaksesuaian dengan arsitektur lingkungan sekitar. Seandainya bangunan di atas memang desain dari pembangunan Kawasan Teluk Benoa, maka dengan mudah akan menjadi tentangan. Menagapa? sederhana saja, bangunan tersebut tidak mengadopsi nilai-nilai kearifan lokal yang ada di sekitarnya yang tercermin dari arsitektural bangunannya. Bagaimana mungkin bangunan dengan arsitektural modern seperti gambar di atas dapat berdiri di tengah kawasan dengan aristektural tradisional yang masih kental seperti di Bali?. Saya tidak merasa terwakili dengan adanya bangunan di atas. Alih-alih menjadi kebanggaan justru membuat bangunan itu terasing dengan wilayah sekitarnya
  4. Potensi Ekonomi Berpindah Tangan. Masyarakat di sekitar Teluk Benoa masih banyak yang menggantungkan hidup dari pesisir Teluk Benoa, mulai dari nelayan hingga pengusaha atraksi wisata bahari lokal. Bila rancangan bangunan itu benar-benar diterapkan maka potensi sumberdaya perairan yang ada akan otomatis akan jauh berkurang. Tidak ada lagi laut bagi nelayan untuk mencari ikan, tidak ada lagi laut bagi pengusaha lokal untuk menjalankan bisnis  atraksi baharinya.
  5. Pariwisata Budaya Yang Pudar. Apakah kita masih bangga untuk memberikan ruang pentas pada seniman-seniman terbaik kita dan mempertontonkannya ke khalayak luas di kawasan yang sama sekali tidak mencerminkan  budaya Bali ?.  Kalaupun itu benar-benar terjadi, pariwisata kita sudah kehilangan jati dirinya.

Saya masih ragu gambar di atas adalah rancangan bangunan untuk Kawasan Reklamasi Teluk Benoa, namun terlepas dari kontroversi yang ada sungguh sangat tidak arif mencederai lingkungan alam kita hanya untuk kepentingan sesaat. Terlebih kepentingan tersebut bukan untuk kepentingan masyarakat Bali sendiri. Kawasan Teluk Benoa bukan kawasan kritis yang butuh reklamasi untuk diperbaiki. Reklamasi bukan pilihan pertama untuk memperbaiki lingkungan melainkan konservasi.

Kami bukan masyarakat yang anti pembangunan hanya saja pembangunan tersebut memiliki batasan tertentu yang harus dipatuhi yaitu batasan lingkungan dan batasan sosial budaya. Apabila pembangunan yang ada hanya mengutamakan kepentingan ekonomi semata maka sudah dapat dipastikan pembangunan tersebut hanya akan menjadi beban bagi masyarakat dan lingkungan di kemudian hari.

Advertisements

Komentar