Advertisements

Asmara di Tepi Surga

Kecak di Pura Uluwatu: Asmara di Tepi Surga
Sumber : www.balibagustourandtravel.com

Kecak di Pura Uluwatu

Judul artikel di atas tidak berlebihan bila merujuk pada pementasan Tari Kecak di Pura Uluwatu yang kemarin sempat saya saksikan. Terlibatnya asmara karena pentas Tari Kecak tersebut memainkan kisah Rama dan Sinta yang  berlangsung di tepi tebing Kawasan Obyek Wisata Pura Uluwatu. Bagi saya, menyaksikan pementasan tari kecak dengan latar belakang pemandangan matahari terbenam dari tepian tebing adalah pengalaman yang menakjubkan, seperti surga yang sesungguhnya.

Kecak di Pura Uluwatu: Asmara di Tepi Surga
Sumber : Dokumen Pribadi

Menyaksikan tari kecak di Pura Uluwatu adalah pengalaman pertama bagi saya. Meskipun saya lahir dan besar di Bali, belum pernah sekalipun saya menyaksikan pementasan Tari Kecak secara langsung sebelumnya.  Saya hanya sekadar tahu bahwa pengelola obyek wisata  Pura Uluwatu secara rutin mementaskan Tari Kecak sebagai daya tarik wisata utama disamping suguhan panorama matahari terbenam dari atas tebing.

Saya sangat merekomendasikan Tari Kecak Pura Uluwatu sebagai tontonan wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali. Terutama bagi mereka yang belum pernah menyaksikan pertunjukkan ini sebelumnya atau bagi yang tertarik dengan pementasan budaya Pulau Bali. Skenario pementasan Tari Kecak Pura Uluwatu ini sudah dimodifikasi sedemikian rupa dimana di dalamnya terdapat interaksi antara lakon dengan pengunjung. Sederhananya, pementasan tari kecak ini dibagi menjadi 2 sesi yaitu Sesi Drama dan Sesi Interaksi. Sesi drama memainkan jalan cerita Ramayana secara singkat mulai dari Dewi Sinta diculik oleh Rahwana hingga Hanoman yang dengan gagah berani menyelamatkan Dewi Sinta dan mengembalikannya ke pelukan Rama. Sedangkan Sesi interaksi merupakan sesi sisipan di tengah-tengah sesi drama untuk memberikan ruang bagi  penonton untuk ikut berpartisipasi dalam pertunjukkan seperti menari-nari acak dengan lakon-lakon jenaka.

Tokoh Hanoman dalam pertunjukkan ini merupakan pusat perhatian dari pertunjukan. Ketika penonton larut dalam jalan cerita serta suguhan tarian yang memukau dari lakon Rama, Sinta dan Rahwana, Hanoman tiba-tiba datang sebagai lakon jenaka. Mengacak-acak panggung dan berinteraksi dengan penonton dengan “turun” langsung ke bangku penonton membuat suasana yang semula serius menjadi cair. Bagi siapapun yang memerankan lakon Hanoman ini saya memberikan standing applause karena berhasil menarik perhatian seluruh penonton dan mengundang gelak tawa siapa pun yang ada di pertunjukkan saat itu.

Pertunjukkan petang itu diakhiri dengan foto bersama antara penonton dengan para lakon. Tentu saja Hanoman memiliki penggemar paling banyak diantara lakon lainnya. Pementasan Tari Kecak ini berlangsung secara regular pukul 18.00-19.00 WITA setiap harinya. Bila musim liburan sudah tiba, datanglah lebih awal agar mendapatkan tempat duduk yang pas untuk dapat menyaksikan pertunjukkan secara nyaman. Salah satu seni ketika akan menyaksikan Tari Kecak di Pura Uluwatu ketika musim liburan adalah perlombaan mendapatkan posisi yang nyaman untuk menyaksikan pertunjukkan.

Advertisements

Komentar