Advertisements
2016 hujan melulu

Kok Hujan Terus Sih Tahun Ini?

Jawaban singkat: La Nina. Lah, Nina?

2016 hujan melulu
sumber gambar: https://www.instagram.com/p/yYot7Czhd6/?taken-by=commawiki

 

Tulisan di bawah ini bersumber dari Buletin Meteo Ngurah Rai Edisi Juni 2016 yang diterbitkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika Stasiun Meteorologi Kelas 1 Ngurah Rai.

 

Mengenal La Nina

Bulan Juni dan Juli identik dengan periode masuknya musim kemarau di Indonesia dan mencapai puncaknya pada bulan Agustus. Namun pada bulan Juni 2016, Indonesia mengalami beberapa bencana terkait dengan hujan lebat yang terjadi di beberapa wilayah. Banjir di Padang, Sumatera Barat, bencana longsor di Jawa Tengah, dan yang terbaru tanggal 28 Juni terjadi banjir di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat. Masyarakat mulai bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi? Mengapa tahun ini Indonesia harus menghadapi bahaya dari air hujan yang melimpah pada saat musim kemarau. Banyak spekulasi mengenai penyebab hujan lebat di bulan Juni, salah satu yang menjadi sorotan adalah fenomena La Nina.

Pada pertengahan tahun ini, tiga Biro Meteorologi Dunia diantaranya Amerika, Jepang dan Australia memprediksi terjadinya La Nina dengan intensitas Lemah hingga Sedang. Sementara BMKG memprediksi di Indonesia pada bulan Juli hingga Desember 2016 akan terjadi La Nina dengan intensitas Lemah.

Setelah tahun lalu fenomena El Nino mempengaruhi kondisi iklim kita, maka tahun ini La Nina berpotensi turut menyumbang peranan. Hal ini adalah normal dalam siklus dinamika atmosfer. Berdasarkan hasil kajian dari tahun 1900 hingga tahun 1998 mengungkapkan bahwa 80% fenomena La Nina terjadi berurutan dengan El Nino, baik sebelum maupun sesudahnya.

 

hujan 2016
sumber gambar: http://bali.tribunnews.com/2016/10/21/hujan-sebentar-monang-maning-kebanjiran-pengendara-sampai-naik-di-atas-motor

Apa itu La Nina?

La Nina berasal dari bahasa Spanyol yang artinya gadis kecil. La Nina disadari sebagai fenomena kebalikan dari El Nino oleh masyarakat di pesisir pantai Peru. Pada saat La Nina terjadi, temperatur muka laut di Samudera Pasifik sekitar ekuator khususnya di bagian tengah dan timur menurun. Pendinginan temperatur muka laut ini menjadikan area tersebut bertekanan tinggi dan menyebabkan area sekitar menjadi kering dan minim suplai uap air.

Pendinginan di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur akan diimbangi dengan penghangatan di Samudera Pasifik sebelah barat, atau perairan Indonesia. Karena temperatur di perairan Indonesia hangat, maka tekanan udara menjadi turun dan suplai uap air yang melimpah di udara untuk pembentukan awan hujan. Hal ini menjadikan Indonesia berpotensi mengalami hujan di atas normal.

Selain pengaruh pada suplai uap air, La Nina juga menyebabkan perubahan pada sistem angin. La Nina menjadikan tekanan di wilayah Indonesia lebih rendah dibandingkan Samudera Pasifik bagian timur, sehingga angin pasat dari timur yang bertiup di atas ekuator Samudera Pasifik bertambah kuat. Angin kuat dan terjadi berkelanjutan ini mendorong lebih banyak air hangat di Samudera Pasifik menuju Australia Utara sehingga hujan hanyak turun di Samudera Pasifik Barat, yaitu di Australia Utara dan Indonesia.

 

Penanganan banjir Jl Tk Buana Padangsambian Kaja oleh PASGAP PU! Keren!👍 #jumatbersih #denpasarkota

A photo posted by AKUN RESMI PEMKOT DENPASAR (@denpasarkota) on

Dampak La Nina Di Bali

La Nina memberikan dampak curah hujan yang cukup signifikan di wilayah Indonesia bagian timur dan tengah termasuk Bali. Meskipun demikian, faktor lain yang turut berperan serta adalah anomali suhu muka laut di selatan Indonesia (Anomali SST positif). Dampak paling nyata baru akan terasa di Bali apabila La Nina masuk dalam intensitas kuat. Namun tidak ada salahnya bersiap payung sebelum hujan. Mengingat lembaga meteorologi dunia memprediksi La Nina dengan intensitas sedang akan terjadi ketika Indonesia khususnya Bali memasuki periode musim hujan. Hal ini akan berakibat pada meningkatnya curah hujan secara drastis atau hujan di atas normal.

Sebagai fenomena cuaca global, La Nina tidak secara langsung mempengaruhi curah hujan di Indonesia khususnya Bali. Kelebihan curah hujan hanya akan terjadi bila atmosfer merespon pendinginan suhu di Samudera Pasifik bagian timur dan tengah yang diimbangi dengan menghangatnya perairan Indonesia. Hingga saat ini suhu muka laut perairan Indonesia masih terpantau hangat dan masih berpotensi terus menghangat. Hal ini mengingat tren penurunan suhu di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur juga terus terjadi.

Advertisements

Komentar